Sunday, 30 April 2017

Jenis-jenis jaringan Pada Hewan

Loading...
Jenis-jenis jaringan Pada Hewan, Tubuh tumbuhan maupun hewan tersusun atas sel dan jaringan yang rumit. Sel dan jaringan tersebut memiliki fungsi dan bentuk yang beraneka ragam.  Sel, jaringan, atau potongan tubuh tumbuhan dapat ditumbuhkan menjadi individu yang lengkap. Jaringan tersusun oleh sel-sel yang memiliki bentuk dan fungsi yang sama.

Jenis-jenis jaringan Pada Hewan
Jenis-jenis jaringan Pada Hewan

Pengertian Jaringan Hewan
Jaringan dalam biologi adalah sekumpulan sel yang memiliki bentuk dan fungsi yang sama. Jaringan-jaringan yang berbeda dapat bekerja sama untuk suatu fungsi fisiologi yang sama membentuk organ. Jaringan dipelajari dalam cabang biologi yang dinamakan histologi, sedangkan cabang biologi yang mempelajari berubahnya bentuk dan fungsi jaringan dalam hubungannya dengan penyakit adalah histopatologi.

Jaringan dimiliki oleh organisme yang telah memiliki pembagian tugas untuk setiap kelompok sel-selnya. Organisme bertalus, seperti alga ("ganggang") dan fungi ("jamur"), tidak memiliki perbedaan jaringan, meskipun mereka dapat membentuk struktur-struktur khas mirip organ, seperti tubuh buah dan sporofor. Tumbuhan lumut dapat dikatakan telah memiliki jaringan yang jelas, meskipun ia belum memiliki jaringan pembuluh yang jelas.

Seperti halnya tumbuhan, hewan juga tersusun atas sel-sel. Sel-sel tersebut bersatu membentuk jaringan-jaringan yang terdapat pada organ. Pada hewan bersel banyak, kumpulan sel-sel yang memiliki bentuk dan fungsi yang sama akan membentuk jaringan, jaringan-jaringan yang berbeda akan bergabung membentuk organ tubuh, organ-organ tubuh akan bergabung membentuk sistem organ tubuh, sistem organ tubuh akhirnya akan bergabung membentuk organisme (hewan). Pada hewan tingkat tinggi (mamalia) dibedakan empat tipe jaringan dasar, yaitu jaringan epitelium, jaringan pengikat, jaringan saraf, dan jaringan otot.



1. Jaringan Epitelium
Jaringan epitelium merupakan jaringan penutup permukaan tubuh, baik permukaan tubuh sebelah luar maupun sebelah dalam. Jaringan epitelium dapat berasal dari perkembangan lapisan ektoderma, mesoderma, atau endoderma. Epitelium yang melapisi dinding dalam kapiler darah, pembuluh limfe, dan jantung disebut endotelium sedangkan yang melapisi rongga tubuh, misalnya perikardium, pleura, dan peritoneum disebut mesotelium.


epitelium pipih
epitelium pipih
 Epitelium berdasarkan bentuk dan susunannya 

a.   Epitelium sederhana (epitelium yang sel-selnya selapis).
 
1.  Epitelium selapis pipih (squamous)

     Bentuk sel-selnya pipih .Jika dilihat dari permukaannya, sel-selnya seperti lantai ubin tetapi dengan batas-batas tidak teratur. Epitelium ini berfungsi sebagai pelapis bagian dalam rongga dan saluran, sebagai jalan pertukaran zat dari luar ke dalam tubuh atau sebaliknya, dan sebagai tempat penyaringan zat. Epitelium selapis pipih terdapat pada kapsula bowman ginjal, dinding dalam kapiler darah dan dinding alveolus paru-paru, ruang jantung, dan selaput bagian dalam telinga.



2.  Epitel selapis kuboid (kubus)
Epitel selapis kuboid
Epitel selapis kuboid

 
     Berbentuk seperti kubus. Dilihat dari permukaannya, Sel-selnya berbentuk polygonal. Fungsi epitel selapis kubus ini adalah sebagai pelindung, tempat penyerapan dan penghasil lendir. Contohnya, epitelium kubus pada kelenjar keringat dan air liur, retina mata, permukaan ovarium, kelenjar tiroid, dan tubulus ginjal.



3. Epitelium selapis batang (silindris)

Epitelium selapis batang
Epitelium selapis batang

Berbentuk seperti batang. Permukaannya terlihat seperti epitelium kubus, tetapi pada potongan tegak lurus terlihat sel-sel yang tinggi. Ada yang memiliki silia di permukaannya, seperti yang terdapat pada oviduk (saluran telur). Ada yang tidak memiliki silia, misalnya pada dinding sebelah dalam usus dan kandung empedu .


b. Epitelium berlapis semu (epitelium yang sel-selnya selapis namun tampak berlapis).
Jaringan ini tersusun atas selapis sel tetapi ketinggian sel penyusunnya tidak sama, sehingga terlihat berlapis. Jaringan semacam ini terdapat di trakea dan rongga hidung.




c. Epitelium berlapis (epitelium yang terdiri atas beberapa lapis sel).
Jaringan ini tersusun atas dua atau lebih lapisan sel. Sel pada lapisan bawah disebut sel basal. Di atas sel basal terdapat beberapa lapis sel yang berbentuk pipih, kubus, atau batang atau bentuk lain yang disebut transisional.

1.  Epitelium pipih berlapis
Jaringan epitel berlapis banyak disusun oleh lebih dari satu sel yang berbentuk pipih dan tersusun sangat rapat. Fungsi jaringan ini adalah sebagai pelindung. Contoh: pada kulit, rongga mulut, dan vagina.



Epitelium  kubus berlapis
Jaringan epitel kubus berlapis banyak disusun oleh lebih dari satu sel yang
berbentuk kubus. Jaringan ini berfungsi dalam sekresi dan absorpsi. Jaringan ini terdapat pada saluran kelenjar keringat, folikel ovarium yang sedang berkembang dan kelenjar ludah ‘

 Epitelium batang (silindris) berlapis
Jaringan epitel silindris berlapis banyak disusun oleh lebih dari satu sel
yang berbentuk batang. Contoh: pada saluran kelenjar ludah dan uretra.

d. Epitel Transional
Epitel ini memiliki bentuk sel yang berubah-ubah dan berlapis-lapis. Bila jaringan ini menggelembung, maka sel-sel bagian dasar berbentuk kubus atau silindris. Pada lapisan tengah selnya berbentuk kubus dan pada lapisan atas berbentuk pipih. Contoh pada kantung kemih.


1.2 Epitelium berdasarkan Struktur dan Fungsi
a. Jaringan Epitelium Penutup
Sesuai namanya, jaringan ini berperan menutupi (melapisi) permukaan tubuh dan jaringan lainnya. Terdapat di permukaan tubuh, permukaan organ, melapisi rongga, atau merupakan lapisan di sebelah dalam dari saluran yang ada pada tubuh, misalnya dinding sebelah dalam saluran pencernaan dan pembuluh darah.

 b. Jaringan Epitelium Kelenjar
Jaringan ini tersusun oleh sel-sel khusus yang mampu menghasilkan sekret atau getah cair yang  berbeda dengan darah dan cairan antarsel.
Berdasarkan cara kelenjar mengekskresikan cairannya, kelenjar dibedakan menjadi dua, yaitu kelenjar eksokrin dan endokrin.
Kelenjar Eksokrin 
Kelenjar ini memiliki saluran pengeluaran untuk menyalurkan hasil sekresi yang berupa enzim, keringat, dan air ludah.
Berdasarkan banyaknya sel penyusunnya, kelenjar eksokrin dibedakan menjadi kelenjar eksokrin uniseluler (tersusun atas satu sel, contohnya sel goblet/ sel epitelium penghasil lendir pada lapisan usus halus dan saluran pernafasan) dan kelenjar eksokrin multiseluler (tersusun atas banyak sel).

     Macam dan contoh kelenjar Eksokrin:


  • 1.      Kelenjar tubuler sederhana, contoh: kelenjar Lieberkuhn pada dinding usus
  • 2.      Kelenjar tubuler bergelung sederhana, contoh kelenjar keringat pada kulit
  • 3.      Kelenjar tubuler bercabang sederhana, contoh: kelenjar fundus pada dinding lambung
  • 4.      Kelenjar alveolar sederhana, contoh kelenjar lendir dan kelenjar racun pada kulit katak
  • 5.      Kelenjar alveolar bercabang sederhana, pada kulit
  • 6.      Kelenjar tubuler majemuk, contoh kelenjar Brunner pada usus dan kelenjar susu
  • 7.      Kelenjar alveolar majemuk, contoh kelenjar susu (glandula mamae)
  • 8.      Kelenjar tubulo-alveolar majemuk, contohnya kelenjar ludah submaksilaris (bawah rahang atas)



Kelenjar Endokrin
Merupakan kelenjar yang tidak memiliki saluran pengeluaran karena secret (zat hasil sekresi) yang dihasilkan langsung masuk ke pembuluh darah sehingga disebut kelenjar buntu. Sekret yang dihasilkan kelenjar ini disebut hormone. Contoh kelenjar endokrin adalah kelenjar tiroid, kelenjar paratiroid, dan adrenal.

2.    Jaringan Pengikat (Konektif)
Jaringan ikat disebut juga jaringan penyokong atau jaringan penunjang. Fungsi jaringan ikat antara lain:
a.    Melekatkan suatu jaringan ke jaringan lain.
b.    Membungkus organ-organ.
c.    Mengisi rongga di antara organ.
d.   Mengangkut zat oksigen dan makanan ke jaringan lain
e.    Mengangkut sisa-sisa metabolisme ke alat pengeluaran
f.  Menghasilkan kekebalan

2.1 Komponen Jaringan Ikat
 a.  Sel
Sel yang menyusun jaringan ikat berasal dari sel mesenkim yang merupakan penyusun jaringan mesenkim pada awal kehidupan embrio
Macam-macam sel penyusun jaringan ikat antara lain:


  •  Fibroblas adalah sel yang mensintesis dan mensekresikan protein pada serabut
  •  Makrofag adalah sel yang bentuknya tidak beraturan, umumnya terletak dekat pembuluh darah dan bergerak jika ada luka
  • Sel Mast adalah sel yang memproduksi heparin yang berfungsi mencedah pembekuan darah dan histamin yang dapat mengatur permeabilitas kapiler darah
  • Sel lemak adalah sel yang terspesialisasi untuk menyimpan lemak
  •  Leukosit adalah sel darah putih


  b.  Serabut 
Serabut atau serat penyusun terdiri atas:


  • Serabut Kolagen (Serabut Putih)
  • Merupakan serabut yang bersifat sangat liat dan ulet dan tidak gampang sobek jika ditarik memanjang. Dalam jumlah sedikit. jaringan tidak berwarna tetapi dalam jumlah banyak berwarna putih. Contohnya serabut pada tendon.
  •  Serabut Elastin (Serabut Kuning)
  • Serabut ini lebih halus dari serabut kolagen dan bersifat elastis (kenyal). Dalam jumlah sedikit jaringan ini tidak berwarna, namun dalam jumlah banyak berwarna kuning. Contohnya adalah bantalan lemak, pembuluh darah, dan ligament.
  • Serabut Retikulum
Merupakan Serabut halus dan bercabang berbentuk seperti jala. Berfungsi menghubungkan jaringan ikat dengan jaringan lain, misalnya pada sistem saraf.

Jika materinya kurang lengkap dan anda masih bingun dalam memahaminya, silahkan anda belajar lebih dalam lagi mengenai materi diatas pada sebuah aplikasi android bernama ruang guru, aplikasi tersebut berisi berbagai macam materi biologi, soal-soal serta video pembelajaran yang tentunya sangat mudah untuk dipahami.

Selain itu, pada bulan ini ruang guru juga mengadakan promo Ruang Les - Paket SIGAP UN SMP, dimana pada promo tersebut, anda dapat belajar dalam persiapan intensif UN bagi siswa SMP dengan guru privat yang siap membantu anda. Paket try out ini termasuk dengan sesi belajar privat, tryout UN SMP, serta study plan. Jika tertarik silahkan mendaftar melalui link berikut. 


Aplikasi ruang guru dapat anda download di Play store secara gratis, mulailah belajar lebih efisien, sederhana, asyik dan menyenangkan dengan aplikasi ruang guru.



Demikian Materi tentang jenis-jenis jaringan pada hewan jangan lupa juga untuk membaca  tentang struktur, fungsi dan proses pembentukan daun