Tuesday, 24 May 2016

Pengertian dan Contoh Reaksi Eksoterm dan Endoterm

loading...
Sudah lama ni tidak update blog karena kesibukan didunia nyata, tapi syukur pada kesempatan ini saya punya waktu untuk membahas materi tentang Pengertian dan Contoh Reaksi Eksoterm dan Endoterm baiklah tanpa perlu panjang lebar silahkan simak pembahasannya berikut ini.


Reaksi Eksoterm dan Endoterm
Reaksi Eksoterm dan Endoterm

Pengertian Reaksi Eksoterm dan endoterm

Reaksi eksoterm adalah suatu reaksi yang melepaskan kalor, sedang reaksi endoterm adalah reaksi yang menyerap kalor.

Contoh reaksi eksoterm adalah gamping atau kapur tohor, CaO(s) dimasukkan ke dalam air. CaO(s) + H2O(l) → Ca(OH)2(aq) Reaksi di atas eksoterm, berarti sejumlah kalor yang berasal dari sistem lepas ke lingkungan. Kandungan kalor sistem menjadi berkurang.

Contoh reaksi endoterm adalah pelarutan amonium khlorida, NH4Cl. NH4Cl(s) + Air → NH4Cl(aq) Sistem menyerap sejumlah kalor dari lingkungan sekitar, sehingga jika wadah reaksi kita raba, terasa dingin.

Hal ini menunjukkan bahwa kandungan kalor sistem setelah reaksi lebih besar dibanding sebelum reaksi. Contoh yang lebih sederhana dari perubahan fisis. Mungkin contoh ini dapat memberikan penjelasan lebih baik tentang terjadinya perpindahan kalor dari lingkungan ke sistem atau sebaliknya.

Air mendidih mengandung kalor lebih banyak bila dibandingkan dengan es. Bila jari disentuhkan ke dalam air mendidih, akan terasa panas. Rasa panas itu disebabkan oleh adanya perpindahan kalor dari air mendidih ke jari. Sebaliknya, jika jari menyentuh es, akan terasa dingin. Rasa dingin itu disebabkan oleh perpindahan kalor dari jari ke es. Apa yang sebenarnya terjadi dapat dinyatakan sebagai berikut: kalor berpindah dari benda yang bersuhu lebih tinggi ke benda yang bersuhu lebih rendah. Perpindahan kalor terjadi karena adanya perbedaan suhu.

Bila dua benda yang berlainan suhu disentuhkan dan dibiarkan dalam keadaan demikian, lama-kelamaan kedua benda memiliki suhu yang sama. Keadaan itu dinamakan kesetimbangan termal. Jadi pada kesetimbangan termal tidak terjadi lagi perpindahan kalor dari benda yang satu ke benda lainnya.

1. Harga ΔH Reaksi Eksoterm dan Endoterm

Pada suatu reaksi yang tergolong eksoterm, terdapat sejumlah kalor yang berpindah dari sistem ke lingkungan. Hal ini menunjukkan bahwa Hp lebih kecil dari Hr. Oleh karena itu, ΔH bertanda negatif (-). Sebaliknya pada reaksi endoterm, Hp lebih besar dari Hr, karena ada sejumlah kalor yang diserap oleh sistem. Dengan demikian, maka pada reaksi endoterm ΔH bertanda positif (+). Berikut diberikan diagram reaksi eksoterm dan reaksi endoterm. Reaksi eksoterm, Hp < Hr, sehingga ΔH bertanda negatif (-) Reaksi endoterm, Hp > Hr, sehingga ΔH bertanda positif (+)

2. Persamaan Termokimia

Penulisan suatu persamaan reaksi yang disertai dengan harga perubahan entalpinya dinamakan persamaan termokimia. Berikut diberikan contoh persamaan termokimia untuk reaksi eksoterm dan endoterm.

Persamaan termokimia untuk reaksi eksoterm: CaO(s) + CO2(g) → CaCO3(s) ΔH = - a kJ Persamaan termokimia untuk reaksi endoterm: CaCO3(s) → CaO(s) + CO2(g) ΔH = + a kJ Kedua contoh di atas menunjukkan bahwa apabila suatu persamaan termokimia eksoterm dibalik, maka persamaan reaksi itu berubah menjadi endoterm.

0 komentar