Thursday, 16 February 2017

Manfaat Larutan Elektrolit dalam Kehidupan sehari-hari

Manfaat Larutan Elektrolit dalam Kehidupan sehari-hari, Banyak makanan, minuman, obat-obatan, dan bahan kebutuhan lain yang berupa larutan. Peranan larutan sungguh sangat penting dalam kehidupan kita. Kita ketahui bahwa larutan terdiri atas pelarut dan zat terlarut. Sebagai pelarut, air tergolong pelarut universal, karena air mampu melarutkan banyak zat.


Manfaat Larutan Elektrolit dalam Kehidupan sehari-hari
Manfaat Larutan Elektrolit dalam Kehidupan sehari-hari
Di alam, sulit dijumpai air yang bersih. Air hujan yang sebenarnya berupa air murni, begitu turun hujan dan melewati udara, maka airpun sambil bergerak turun, melarutkan zat-zat kimia yang ada di udara, debu dan bermacam-macam gas. Sebagai akibatnya, beberapa saat hujan turun, udara makin segar. Kandungan air dalam tubuh kitapun lebih dari 75%. Banyak zat dalam tubuh kita berupa larutan.

Dalam tubuh manusia, elektrolit sangat vital keberadaannya, karena terkait dengan segala mekanisme tubuh termasuk metabolism yaitu sebagai ion pengaktif enzim, pembentuk hormon, melancarkan implus pada syaraf, serta mekanik pada sel2 tubuh, seperti aktivitas permeabilitas membran sel. selain dibutuhkan untuk tubuh, larutan elektrolit juga umum digunakan untuk elektrokimia sperti pengisi pada ACCU, baterai, ataupun jembatan garam.

Pengertian Cairan dan elektrolit sangat diperlukan dalam rangka menjaga kondisi tubuh tetap sehat. Keseimbangan cairan dan elektrolit di dalam tubuh adalahmerupakan salah satu bagian dari fisiologi homeostatis. Keseimbangan cairandan elektrolit melibatkan komposisi dan perpindahan berbagai cairan tubuh.Cairan tubuh adalah larutan yang terdiri dari air ( pelarut) dan zat tertentu (zatterlarut). Elektrolit adalah zat kimia yang menghasilkan partikel-partikel bermuatan listrik yang disebut ion jika berada dalam larutan. Cairan dan elektrolit masuk ke dalam tubuh melalui makanan, minuman, dan cairanintravena (IV) dan didistribusi ke seluruh bagian tubuh.   

Keseimbangan cairandan elektrolit berarti adanya distribusi yang normal dari air tubuh total dan elektrolit  ke dalam seluruh  bagian tubuh. Keseimbangan  cairan dan elektrolit saling bergantung satu dengan yang lainnya; jika salah satu terganggu maka akan berpengaruh pada yang lainnya.Cairan tubuh dibagi dalam dua kelompok besar yaitu : cairan intraseluler dan cairan ekstraseluler. Cairan  intraseluler  adalah cairan yang  berda di dalam sel diseluruh tubuh, sedangkan cairan akstraseluler adalah cairan yang berada di luarsel dan terdiri dari tiga kelompok yaitu : cairan intravaskuler (plasma), cairaninterstitial dan cairan transeluler. Cairan intravaskuler (plasma) adalah cairan didalam sistem vaskuler, cairan intersitial adalah cairan yang terletak diantara sel,sedangkan cairan traseluler adalah cairan sekresi khusus seperti cairan serebrospinal, cairan  intraokuler, dan sekresi saluran cerna.

Elektrolit Utama Tubuh Manusia
Zat terlarut yang ada dalam cairan tubuh terdiri dari elektrolit dan nonelektrolit. Non elektrolit adalah zat  terlarut yang tidak terurai dalam larutan dan tidak  bermuatan listrik, seperti : protein, urea, glukosa, oksigen, karbon dioksida danasam-asam organik. Sedangkan  elektrolit  tubuh mencakup natrium (Na+), kalium (K+), Kalsium (Ca++), magnesium (Mg++), Klorida (Cl-), bikarbonat(HCO3-), fosfat (HPO42-), sulfat (SO42-).Konsenterasi elektrolit dalam cairan tubuh bervariasi pada satu bagian dengan bagian yang lainnya, tetapi meskipun konsenterasi ion pada tiap-tiap bagian berbeda, hukum netralitas listrik menyatakan bahwa jumlah muatan-muatannegatif harus sama dengan jumlah muatan-muatan positif.

Komposisi dari elektrolit-elektrolit tubuh baik pada intarseluler maupun padaplasma terinci dalam tabel di bawah ini :No. Elektrolit Ekstraseluler IntraselulerPlasma Interstitial1.
Kation : • Natrium (Na+) 144,0 mEq 137,0 mEq 10 mEq
   • Kalium (K+) 5,0 mEq 4,7 mEq 141 mEq
  • Kalsium (Ca++) 2,5 mEq 2,4 mEq 0• Magnesium (Mg ++) 1,5 mEq 1,4 mEq 31 mEq2.
Anion : • Klorida (Cl-) 107,0 mEq 112,7 mEq 4 mEq
 • Bikarbonat (HCO3-) 27,0 mEq 28,3 mEq 10 mEq
 • Fosfat (HPO42-) 2,0 mEq 2,0 mEq 11 mEq
 • Sulfat (SO42-) 0,5 mEq 0,5 mEq 1 mEq
 • Protein 1,2 mEq 0,2 mEq 4 mEqa.
Kation :
a)      Sodium (Na+) :
·         Kation berlebih di ruang ekstraseluler
·         Sodium penyeimbang cairan di ruang eesktraseluler
·         Sodium adalah komunikasi antara nerves dan musculus
·         Membantu proses keseimbangan asam-basa dengan menukar ion hidrigen padaion sodiumdi tubulus ginjal : ion hidrogen di ekresikan
·         Sumber : snack, kue, rempah-rempah, daging panggang.

b)      Potassium (K+) : 
·                  Kation berlebih di ruang intraseluler- Menjaga keseimbangan kalium di ruang intrasel
·                  Mengatur kontrasi (polarissasi dan repolarisasi) dari muscle dan nerves.
·                  Sumber : Pisang, alpokad, jeruk, tomat, dan kismis.
c)      Calcium (Ca++) :-
·         Membentuk garam bersama dengan fosfat, carbonat, flouride di dalam tulangdan gigi untuk membuatnya keras dan kuat.
·         Meningkatkan fungsi syaraf dan muscle.
·         Meningkatkan efektifitas proses pembekuan darah dengan proses pengaktifanprotrombin dan trombin- Sumber : susu dengan kalsium tinggi, ikan dengan tulang, sayuran, dll. 
Anion :
a)      Chloride (Cl -) :
·         Kadar berlebih di ruang ekstrasel
·         Membantu proses keseimbangan natrium
·         Komponen utama dari sekresi kelenjar gaster
·         Sumber : garam dapur
b)      Bicarbonat (HCO3 -) :
·         Bagian dari bicarbonat buffer sistem
·                  Bereaksi dengan asam kuat untuk membentuk asam karbonat dan suasanagaram untuk menurunkan PH.
c)      Fosfat ( H2PO4- dan HPO42-) :
·         Bagian dari fosfat buffer system
·         Berfungsi untuk menjadi energi pad metabolisme sel
·                  Bersama dengan ion kalsium meningkatkan kekuatan dan kekerasan tulang
·                  Masuk dalam struktur genetik yaitu : DNA dan RNA.