Monday, 9 January 2017

Pengertian dan Ruang Lingkup Biologi

Pengertian dan Ruang Lingkup Biologi
A. Pengertian Biologi
Biologi berasal dari bahasa yunani yang berasal dari kata bios dan logos, yaitu diartikan sebagai ilmu yang mempelajari tentang seluk beluk makhluk hidup. Semua perilaku, tindak tanduk sifat maupun karakteristik makhluk hidup dapat dipelajari dalam ilmu biologi ini. Penggunaan istilah biologi pertama kali tercatat di tahun 1736 yaitu digunakan oleh Linnaeus dalam karyanya”Bibliotheca Botanica”.  Namun pengkajian ilmu yang berkaitan tentang alam sudah terlebih dahulu ada. Ilmu yang mempelajari alam sudah ditemui di peradaban-peradaban besar seperti Mesir, China, serta India. Tetapi pendekatan ilmu yang mengkaji alam serta biologi modern berasal dari masa Yunani Kuno yang di pelopori oleh Aristoteles serta Hippocratus.


Pengertian dan Ruang Lingkup Biologi
Pengertian dan Ruang Lingkup Biologi

Adapun pengertian biologi menurut para ahli diantaranya:
  1. Orman Karmana , biologi merupalam ilmu yang dapat menunjang ilmu-ilmu lainnya dalam memecahkan permasalahan.
  2. Fiktor Ferdinand P dan Moekti Ariwibow , biologi iyalah ilmu tentang makluk hidup beserta lingkungannya.
  3. Deswaty Furqonita dan M. Biomed , biologi iyalah ilmu yang mempelajari serta mengkaji segala sesuatu tentang makhlu hidup.
  4. Maniam dan Ami S , Biologi iyalah ilmu yang memiliki cakupan yang sangat luas sehingga untuk mempermudah mempelajarinya, Biologi dibagi ke dalam berbagai cabang ilmu sesuai dengan objeknya.
  5. Bagod Sudjudi dan Siti Laila ,Biologi merupakan bagian dari sains yang mengkaji tentang makhluk hidup dan lingkungannya

B. Keterkaitan Biologi dengan Ilmu – ilmu lain
            Keterkaitan biologi dengan ilmu – ilmu lain diantaranya sebagai berikut:
a. Ilmu Biologi dipadukan dengan ilmu kimia menghasilkan suatu istilah baru yang disebut dengan biokimia. Biokimia merupakan suatu ilmu yang mempelajari tentang perubahan bentuk makhluk hidup yang sifatnya tidak dapat kembali lagi ke bentuk semula.

b. Ilmu biologi digabungkan dengan ilmu geografi atau menghasilkan istilah biografi akan menghasilkan istilah biogeografi, yaitu ilmu yang mempelajari tentang keberadaan makhluk hidup disuatu tempat yang dapat mempengaruhi bentuk dan berkembangan makhluk hidup itu sendiri.

c. Ilmu biologi dipadukan dengan ilmu tekhnologi yang menghasilkan istilah baru disebut dengan bioteknologi, yang merupakan bagian dari organisme untuk menghasilkan suatu produk.

Beberapa cabang biologi diantaranya sebagai berikut:
  1. Botani: mempelajari semua kehidupan tumbuh-tumbuhan.
  2. Zoology: mempelajari semua kehidupan hewan
  3. Morfologi: mempelajari bentuk dan struktur suatu mahluk hidup.
  4. Fisiologi: amempelajari sifat faal dan cara kerja dari tubuh suatu organisme.
  5. Embriologi: mempelajari perkembangan suatu organisme dari mulai zigot sampai menjadi dewasa.
  6. Ekologi: mempelajari interaksi antara makhluk hidup dan lingkungannya.
  7. Mikrobiologi: mempelajari segala aspek kehidupan mikroorganisme yang berukuran mikroskopis.
  8. Taksonomi: mempelajari klasifikasi atau pengelompokkan makhluk hidup.
  9. Genetika: mempelajari tentang cara menurunnya sifat pada makhluk hidup.
  10. Evolusi: mempelajari suksesi dan perubahan-perubahan dari jenis makhluk hidup sepanjang waktu.
  11. Sitologi: mempelajari susunan dan fungsi sel.
  12. Patologi: mempelajari tenatang seluk beluk penyakit.

Ruang Lingkup Biologi
Struktur keilmuan biologi salah satunya adalah yang didefinisikan oleh Biological Science Curriculum Study (BSCS) . Secara umum mata pelajaran biologi ditinjau dari 3 sudut pandang yaitu: Obyek Biologi, Tema Persoalan Biologi, dan Tingkatan organisasi Kehidupan. Ketiga sudut pandang ini diterapkan secara bersama-sama sebagai sebuah satu kesatuan (Depdiknas, 2003).

1. Obyek Biologi
Objek atau kajian dalam biologi adalah berupa makhluk hidup. Makhluk hidup yang ada di bumi ini sangatlah luas dan beraneka ragam, sehingga untuk mempermudah dalam mempelajarinya, para ahli mengelompokkan/mengklasifikasikan menjadi beberapa kelompok (kingdom/ kerajaan).
Perkembangan Sistem Klasifikasi Makhluk Hidup.
Semula para ahli hanya mengelompokkan makhluk hidup menjadi 2 kerajaan, yaitu kerajaan tumbuhan dan kerajaan hewan. Dasar para ahli mengelompokkan makhluk hidup menjadi 2 kerajaan adalah :
1.    Kenyataan bahwa kelompok tumbuhan memiliki dinding sel yang tersusun dari selulosa.
2.    Tumbuhan memiliki klorofil sehingga dapat membuat makanannya sendiri melalui proses fotosintesis dan tidak dapat berpindah tempat dan hewan tidak memiliki dinding sel sementara hewan tidak dapat membuat makanannya sendiri, dan umumnya dapat berpindah tempat.Namun ada tumbuhan yang tidak dapat membuat makanannya sendiri, yaitu jamur (fungi). Berarti, tumbuhan berbeda dengan jamur. Maka para ahli taksonomi kemudian mengelompokkan makhluk hidup menjadi tiga kelompok, yaitu Plantae (tumbuhan), Fungi (jamur), dan Animalia (hewan).

Setelah para ahli mengetahui struktur sel (susunan sel) secara pasti, makhluk hidup dikelompokkan menjadi empat kerajaan, yaitu Prokariot, Fungi, Plantae, dan Animalia, Pengelompokan ini berdasarkan ada tidaknya membran inti sel. Sel yang memiliki membran inti disebut sel eukariotik sedangkan sel yang tidak memiliki membran inti disebut sel prokariotik Pada tahun 1969 Robert H. Whittaker mengelompokkan makhluk hidup menjadi lima kingdom, yaitu Monera, Protista, Fungi, Plantae, dan Animalia. Pengelompokan ini berdasarkan pada susunan sel, cara makhluk hidup memenuhi makanannya, dan tingkatan makhluk hidup. Makhluk hidup yang dimasukkan dalam kerajaan Monera memiliki sel prokariotik. Kelompok ini terdiri dari bakteri dan ganggang hijau biru (Cyanobacteria). Makhluk hidup yang dimasukkan dalam kerajaan Protista rnemiliki sel eukariotik.

Protista memiliki tubuh yang tersusun atas satu sel atau banyak sel tetapi tidak berdiferensiasi. Protista umumnya memiliki sifat antara hewan dan tumbuhan. Kelompok ini terdiri dari Protista menyerupai hewan (Protozoa) dan Protista menyerupai tumbuhan (ganggang), dan Protista menyerupai jamur. Fungi memiliki sel eukariotik. Fungi tak dapat membuat makanannya sendiri. Cara makannya bersifat heterotrof, yaitu menyerap zat organik dari lingkungannya sehingga hidupnya bersifat parasit dan saprofit. Kelompok ini terdiri dari semua jamur, kecuali jamur lendir (Myxomycota) dan jamur air (Oomycota). Tumbuhan memiliki sel eukariotik. Tubuhnya terdiri dari banyak sel yang telah berdiferensiasi membentuk jaringan. Tumbuhan memiliki kloroplas sehingga dapat membuat makanannya sendiri (bersifat autotrof). Kelompok ini terdiri dari tumbuhan lumut, tumbuhan paku, tumbuhan berbiji terbuka, dan tumbuhan berbiji tertutup. Hewan memiliki sel eukariotik. Tubuhnya tersusun atas banyak sel .yang telah berdiferensiasi membentuk jaringan. Hewan tidak dapat membuat makanannya sendiri sehingga bersifat heterotrof. Kelompok ini terdiri dari semua hewan, yaitu hewan tidak bertulang belakang (invertebrata) dan hewan bertulang belakang (vertebrata).
Ada lagi yang mengelompokkan menjadi enam kingdom (virus, monera, protista, fungi, plantae, dan animalia), atau (archaebacteria, eubacteria, protista, fungi, plantae, animalia). Ada juga yang mengelompokkan menjadi tujuh kingdom, yaitu (virus, archaebacteria, eubacteria, protista, fungi, plantae, animalia).

Berdasarkan struktur keilmuan menurut BSCS (Biological Science Curricullum Study, Mayer 1980) bahwa ruang lingkup biologi meliputi obyek biologi berupa kingdom (plantae, animalia, protista, fungi, archebacteria, eubacteria).
Dari keterangan di atas menunjukkan bahwa terdapat beberapa pandangan jumlah pengelompokan makhluk hidup, tetapi pada hakekatnya adalah sama, hanya perbedaan dasar pengelompokan saja.
2. Tema Persoalan Biologi
Persoalan biologi menurut BSCS meliputi 9 tema dasar yaitu :
1.      Biologi (sains) sebagai proses inkuiri.
2.    Sejarah konsep biologi
3.    Evolusi
4.    Keanekaragaman dan keseragaman
5.    Genetika dan kelangsungan hidup
6.    Organisme dan lingkungan
7.    Perilaku (etologi)
8.    Struktur dan fungsi
9.    Regulasi (sistem pengaturan)
Sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, obyek dan persoalan biologi terus berkembang melalui penelitian ilmiah.
3. Struktur Organisasi Kehidupan
Organisme yang terdiri atas satu sel disebut juga uniseluler dan yang terdiri atas banyak sel disebut multiseluler. Pada organisme uniseluler segala fungsi hidupdijalankan oleh sel itu sendiri. Karena fungsi hidup tidak hanya satu, maka terjadilah suatu sistem yang terdiri atas subsistem-subsistem.makin banyak subsistem yang menyusun organisme maka semakin kompleks organisme tersebut.

a. Organisasi Tingkat Molekul dan Sel
Tubuh organisme hidup tersusun atas molekul organik, yaitu molekul yang mengandung atom karbon (C), hidrogen (H), dan aksigen (O). Molekul organik ini ada 4 macam atau golongan yaitu:
1.    Molekul lipid. Molekul ini mengandung sejumlah besar atom karbon, hidrogen, serta oksigen, dan kadang kala ditambah Nitrogen dan Posfor. Di dalam sel terdapat bermacam jenis lipid, diantaranya adalah lemak, fosfolipid dan steroid.
2.    Molekul karbohidrat. Molekul ini mengandung atom karbon, hidrogen dan oksigen. Contoh karbohidrat adalah glukosa. Glukosa ini merupakan sumber energi atau bahan bakar terpenting bagi organisme hidup.
3.    Molekul protein. Molekul ini adalah makro molekul yang polimer (dibangun oleh asam amino sebagai monomernya) dan tidak bercabang. Tersusun dari unsur-unsur karbon (C), hidrogen (H) oksigen (O) dan nitrogen (N), dan kadang-kadang disertai unsur sulfur (S), dan posfor (P). Kira-kira 50% dari berat kering organisme hidup adalah protein. Protein dalam organisme hidup ini ada yang berperan sebagai enzim, sebagai sumber energi misalnya untuk pergerakan otot, ada yang bertanggung jawab atas pengangkutan materi melalui peredaran darah misalnya hemoglobin dan zat anti bodi, ada pula yang berperan sebagai persediaan makanan misalnya ovalbumin pada putih telur dan kasein pada susu. Protein juga merupakan bahan untuk perbaikan, pertumbuhan dan pemeliharaan struktur sel dari organ tubuh. Terdapat 20 macam asam amino yang membentuk berbagai macam protein dalam tubuh organisme hidup.
4.    Molekul asam nukleat. Molekul ini merupakan satu-satunya molekul yang membawa informasi genetik organisme hidup. Terdapat 2 golongan besar asam nukleat yaitu asam deoksiribonukleat (DNA) dan asam ribonukleat (RNA).

Pada organisme hidup, atom-atom berikatan membentuk molekul. Molekul-molekul ini tersusun ke dalam sistem interaksi yang kompleks yang kemudian membentuk sebuah sel. Dengan kata lain, molekul-molekul organik tersebut bergabung membentuk organel-organel sel, kemudian berbagai organel tersebut saling berinteraksi membentuk satu kesatuan terkecil dari makhluk hidup/organisme yang disebut Sel.

Dari uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa sebuah sel dibangun oleh komponen-komponen berikut: air, ion-ion anorganik, makromolekul (protein, lipid, asam nukleat, dan karbohidrat/polisakarida), dan mikromolekul (asam amino, asam lemak, nukleotida, dan glukosa).
Sel sebagai unit fungsional dan unit struktural terkecil pada organisme multiseluler akan selalu memperlihatkan ciri-ciri hidup, diantaranya adalah:
1.    Mampu bereproduksi atau menghasilkan keturunan melalui pembelahan diri secara mitosis atau meiosis.
2.    Mampu memperoleh atau menghasilkan energi untuk kehidupannya melalui serangkaian proses respirasi sel di dalam mitokondria, energi ini berbentuk adenosin triphosphat (ATP).
3.    Mampu memberikan respons/tanggapan terhadap stimulus/rangsang.
4.    Mampu melakukan pencernaan intra seluler (digestive) dan pengeluaran (ekskresi) melalui serangkaian proses.
5.    Mampu bertumbuh dan berkembang bahkan berdiferensiasi. Sel-sel anak hasil pembelahan sel (mitosis) akan tumbuh hingga mencapai ukuran tertentu, kemudian mulai berkembang, berdiferensiasi atau berspesialisasi (berubah bentuk menurut fungsi-fungsi tertentu). Sebagai contoh; di dalam tubuh manusia terdapat bermacam-macam sel yang berdiferensiasi menyusun suatu jaringan.

b. Organisasi Kehidupan Tingkat Jaringan dan Organ, Sistem Organ
Organisasi kehidupan tingkat ini tidak dimiliki oleh organisme uniseluler, tetapi hanya dimiliki oleh organisme multiseluler. Karena seluruh aktivitas hidup pada organisme uniseluler dilaksanakan oleh sel itu sendiri. Sedangkan pada organisme multiseluler aktivitas hidup dilaksanakan oleh banyak sel yang terorganisasi atau teratur dan saling berhubungan dengan baik hingga menjadi satu kesatuan fungsi membentuk satu tubuh individu. Organisasi kehidupan setelah tingkat molekul dan sel adalah tingkat jaringan dan organ. Apakah yang dimaksud dengan jaringan dan organ?

Jaringan adalah kumpulan sel-sel yang bentuknya sama untuk melaksanakan suatu fungsi tertentu. Sedangkan Organ adalah kumpulan beberapa jaringan yang mampu melaksanakan satu fungsi tertentu. Pada dunia hewan tingkat tinggi dan manusia terdapat 5 macam jaringan dasar penyusun tubuhnya. Kelima jaringan tersebut adalah jaringan: epitelium, otot, ikat, tulang dan saraf. Sedangkan pada dunia tumbuhan terdapat 7 macam jaringan dasar penyusun tubuh. Ketujuh jaringan dasar tersebut adalah jaringan: epidermis, parenkima, kolenkima, sklerenkima, endodermis, xilem dan floem.
Contoh jaringan pada hewan dan manusia adalah jaringan saraf. Jaringan saraf ini tersusun oleh sel-sel saraf (neuron), yang bertugas menghantarkan impuls. Dan contoh jaringan pada tumbuhan tingkat tinggi adalah jaringan xilem yang tersusun oleh sel-sel xilem, yang bertugas membawa air dan garam mineral dari tanah sampai ke daun.

Organ pada hewan dan manusia meliputi usus, jantung, paru-paru, hati, lambung, mata, dan sebagainya. Usus halus tersusun oleh beberapa macam jaringan yang masing-masing mempunyai fungsi tertentu, yaitu jaringan: epitelium, ikat, otot polos, dan saraf. Jaringan epitelium berfungsi membungkus villi, mensekresikan mukus dan mengabsorpsi air serta zat-zat gizi makanan. Jaringan ikat yang dalam hal ini berupa pembuluh darah bersama dengan epitelium berfungsi mengangkut sari makanan. Jaringan otot berfungsi untuk melakukan gerak peristaltis dibawah stimulus saraf otonom. Dan jaringan saraf berfungsi mengorganisir kerja ketiga jaringan tadi. Struktur kompleks usus halus ini mempunyai satu fungsi yakni untuk mencerna dan menyerap sari-sari makanan, sehingga membentuk sistem organ (sistem pencernaan).

c. Organisasi Kehidupan Tingkat Individu, Populasi dan Komunitas
Sistem organ tersebut saling berinteraksi, saling menunjang atau saling berpengaruh dan membentuk satu tubuh yang dikenal dengan istilah individu. Apabila terjadi gangguan pada salah satu sistem organ pada individu maka sistem organ yang lain juga mengalami gangguan. Oleh karena itu, menjaga keseimbangan fungsi suatu sistem organ berarti menjaga keselarasan kerja antara sistem organ, dan dapat menjadikan tubuh tetap sehat. Jadi individu merupakan satu organisme yang tubuhnya tersusun oleh berbagai sistem organ yang saling berhubungan. Di lingkungan yang lebih luas, individu diartikan sebagai satuan makhluk hidup tunggal, misalnya seekor burung, seekor sapi, sebatang pohon kelapa, sebatang tanaman padi, seorang anak, seorang ibu, dan sebagainya.

Kata individu berasal dari bahasa Latin, yaitu Individuum yang artinya ‘tidak dapat dibagi’. Individu tinggal pada suatu tempat (habitat). Di lingkungan habitatnya individu tentu tidak sendiri. Ia akan hidup bersama dengan individu lain, baik yang jenisnya sama maupun yang jenisnya berbeda. Individu-individu dikatakan sejenis atau satu species jika mampu melakukan perkawinan dan menghasilkan keturunan yang fertile, contohnya ayam betina dan ayam jantan merupakan satu jenis/species.
Perhatikanlah contoh berikut; dalam sebidang kebun teh, tumbuhan yang hidup di sana tentu bukan hanya sebatang tanaman teh, melainkan tentu ada ratusan tanaman teh. Di sana tentu juga hidup beberapa jenis hewan, misalnya kodok, cacing tanah, bekicot, ular, ulat, tikus, belalang, capung, dan semut yang jumlahnya lebih dari satu.
Kumpulan dari individu sejenis yang secara bersama-sama menempati suatu habitat disebut populasi. Jadi, seluruh tanaman teh pada sebidang kebun tersebut merupakan populasi tanaman teh, seluruh cacing tanah pada sepetak kebun tersebut merupakan populasi cacing tanah, dan seterusnya. Sedangkan kumpulan populasi yang tinggal bersama pada suatu areal tertentu, dimana terjadi suatu bentuk hubungan atau interaksi, baik antara individu sejenis (intraspecies) maupun antara jenis yang berbeda (antarspecies) disebut komunitas. Contoh : Sepetak sawah, sebuah kolam ikan, sebidang kebun, dan sebagainya.

Keadaan populasi di dalam suatu komunitas selalu berubah-ubah atau bersifat dinamis. Dinamika populasi ini dipengaruhi oleh 3 faktor yaitu kelahiran, kematian, dan perpindahan. Sesungguhnya banyak persoalan yang dapat dipelajari dari tingkatan populasi hingga komunitas ini.

d. Organisasi Kehidupan Tingkat Ekosistem, Bioma, dan Biosfer
Ekosistem adalah tingkatan organisasi kehidupan yang mencakup organisme dan lingkungan tak hidup, dimana kedua komponen tersebut saling mempengaruhi dan berinteraksi. Pada ekosistem, setiap organisme mempunyai suatu peranan, ada yang berperan sebagai produsen, konsumen, dekomposer maupun detritivor. Produsen terdiri dari organisme-organisme berklorofil (autotrof) yang mampu memproduksi zat-zat organik dari zat-zat anorganik (melalui fotosintesis). Zat-zat organik ini kemudian dimanfaatkan oleh organisme-organisme heterotrof (manusia dan hewan) yang berperan sebagai konsumen. Sebagai konsumen, hewan ada yang memakan produsen secara langsung, tetapi ada pula yang mendapat makanan secara tidak langsung dari produsen dengan memakan konsumen lainnya. Karenanya konsumen dibedakan menjadi beberapa macam yaitu konsumen I, konsumen II, dan seterusnya hingga konsumen puncak. Konsumen II, III, dan seterusnya tidak memakan produsen secara langsung tetapi tetap tergantung pada produsen, karena sumber makanan konsumen I adalah produsen. Peranan makan dan dimakan di dalam ekosistem akan membentuk rantai makanan bahkan jaring-jaring makanan. Perhatikan contoh sebuah rantai makanan ini : daun berwarna hijau (Produsen) ―→ ulat (Konsumen I) ―→ayam (Konsumen II) ―→ musang (Konsumen III) ―→ macan (Konsumen IV/Puncak).
Dalam ekosistem rantai makanan jarang berlangsung dalam urutan linier seperti di atas, tetapi membentuk jaring-jaring makanan (food web).
Peran dekomposer ditempati oleh organisme yang bersifat saprofit, yaitu bakteri pengurai dan jamur saproba. Keberadaan dekomposer sangat penting dalam ekosistem. Oleh dekomposer, hewan atau tumbuhan yang mati akan diuraikan dan dikembalikan ke tanah menjadi unsur hara (zat anorganik) yang penting bagi pertumbuhan tumbuhan. Aktivitas pengurai juga menghasilkan gas karbondioksida yang penting bagi fotosintesis. Detritivor merupakan organisme yang memakan detritus (hancuran organisme mati).

Pada hakikatnya dalam organisasi kehidupan tingkat ekosistem terjadi proses-proses sirkulasi materi, transformasi, akumulasi energi, dan akumulasi materi melalui organisme. Ekosistem juga merupakan suatu sistem yang terbuka dan dinamis. Keluar masuknya energi dan materi bertujuan mempertahankan organisasinya serta mempertahankan fungsinya. Zat-zat anorganik dalam suatu ekosistem tetap konstan atau seimbang, karena unsur-unsur kimia esensial pembentuk protoplasma beredar dalam biosfer melalui siklus biogeokimiawi. Contoh siklus biogeokimiawi adalah siklus carbon, siklus oksigen, siklus nitrogen, siklus fosfor, dan siklus sulfur. Maka dari itulah keseimbangan dalam ekosistem sangat penting untuk selalu terjaga.
Namun keseimbangan ekosistem dapat terganggu jika komponen-komponen penyusunnya rusak atau bahkan hilang. Apakah yang menjadi penyebab rusaknya keseimbangan ekosistem? selain karena bencana alam, ekosistem dapat rusak akibat perbuatan manusia. Contoh kerusakan ekosistem akibat bencana alam adalah letusan gunung berapi, dimana lahar panasnya dapat mematikan organisme (hewan dan tumbuhan) dan mikroorganisme yang dilaluinya. Contoh kerusakan ekosistem karena perbuatan manusia adalah penggundulan hutan, serta pencemaran air, tanah dan udara.
Anda telah ketahui bahwa antara faktor abiotik dengan faktor biotik dalam ekosistem dapat saling mempengaruhi. Namun ada faktor abiotik yang tidak dapat dipengaruhi oleh faktor biotik. Faktor abiotik ini berada pada lingkup yang lebih luas, bahkan sangat menentukan jenis biotik baik tumbuhan ataupun hewan yang mampu hidup di dalamnya. Faktor abiotik tersebut adalah iklim regional atau iklim suatu tempat di permukaan bumi, yang dapat menentukan jenis Bioma. Tahukah Anda apakah Bioma itu?
Istilah Bioma berhubungan dengan kumpulan species (terutama tumbuhan) yang dapat hidup di tempat tertentu di muka bumi, tergantung pada iklim regionalnya. Jadi Bioma adalah kumpulan species (terutama tumbuhan) yang mendiami tempat tertentu di bumi yang dicirikan oleh vegetasi tertentu yang dominan dan langsung terlihat jelas di tempat tersebut. Oleh karena itu biasanya Bioma diberi nama berdasarkan tumbuhan yang dominan di daerah tersebut. Di permukaan bumi ini terdapat 7 macam bioma, yaitu: tundra, taiga (targe), gurun (padang pasir), padang rumput, savana, hutan hujan tropis, dan hutan decidous.
Jenis Bioma, Ciri dan Karakteistik
Tundra 
Terdapat di daerah kutub, tumbuhan dominannya adalah lumut kerak (Lichenes), lumut Sphagnum, rumput dan tumbuhan pendek lainnya yang biasanya hanya berumur 4 bulan. Hewan yang hidup di bioma ini adalah rusa, serigala dan beruang kutub. Taiga Bioma ini disebut pula bioma dengan hutan berawa atau hutan boreal. Tumbuhan dominannya adalah konifer atau tumbuhan berdaun jarum (pinus). Hewan yang hidup di sini adalah ajax, beruang hitam, dan serigala.

Bioma Padang pasir atau Gurun
Terdapat di daerah kering dengan curah hujan sedikit. Tumbuh-tumbuhan yang tumbuh adalah tumbuhan yang teradaptasi dengan keadaan kering, misalnya tubuhnya ditutupi oleh kutikula yang tebal dan akar yang panjang. Juga tumbuhan sukulen atau kaktus, yang menyimpan banyak air pada batangnya dan daunnya menyempit menjadi duri. Hewan yang hidup pada bioma ini adalah unta, tikus,ular, kadal, kalajengking, dan semut
Bioma Padang Rumput
Pada bioma ini terdapat cukup curah hujan, tetapi tidak cukup untuk menumbuhkan hutan. Tumbuhan dominannya adalah rumput, sedangkan pohon dan semak terdapat di sepanjang sungai di daerah tersebut. Macam padang rumput adalah prairi rumput pendek, prairi rumput tinggi dan padang rumput tropis. Prairi adalah padang rumput yang luas tanpa pohon.
Bioma Savana
Savanna merupakan padang rumput yang diselingi dengan sebaran pohon yang tumbuh jarang. Hewan yang hidup pada bioma padang rumput dan savana adalah bison, gajah, jerapah, zebra, domba, biri-biri, harimau, cheetah, serigala dan ular.
Bioma Hutan Hujan Tropis (hutan basah)
Terdapat di daerah tropis yang banyak turun hujan. Vegetasinya tumbuh sangat rapat. Jenis tumbuhan pada bioma ini sangat beraneka ragam/heterogen, mulai dari tumbuhan pendek yang hidup di dasar hutan hingga tumbuhan yang berukuran tinggi. Juga ada tumbuhan epifit (tumbuhan yang tumbuh pada pohon yang mempunyai naungan/kanopi, seperti anggrek) dan liana (tumbuhan yang memanjat pada tumbuhan lain, seperti rotan). Hewan-hewan yang hidup pada hutan ini antara lain monyet, macan kumbang, harimau, tapir, gajah, dan bermacam-macam burung

Hutan decidous (Hutan Gugur)
Terdapat di daerah yang memilki 4 musim (musim semi, panas, gugur dan dingin). Tumbuhan yang dominan adalah tumbuhan berdaun lebar, seperti pohon oak, elm, maple dan beech. Pohon-pohon di hutan ini menghijau pada musim panas, dan menggugurkan daunnya pada musim gugur, dan pada musim dingin daunnya ‘habis’. Memasuki musim semi pohon-pohon tersebut mulai menumbuhkan daunnya.
Selanjutnya interaksi antar bioma di permukaan bumi membentuk lapisan makhluk hidup di bumi yang disebut Biosfer. Seluruh bioma di permukaan bumi ini pada hakikatnya terdiri atas produsen, konsumen dan dekomposer, dimana di dalamnya terjadi aliran materi dan energi yang selalu dimulai dari tumbuhan hijau.

C. Metode Ilmiah
Metode ilmiah adalah suatu langkah kegiatan dengan tahapan – tahapan berurutan yang digunakan dengan tahapan – tahapan berurutan yang digunakan untuk memecahkan suatu permasalahan yang timbul. Urutan tahapan–tahapan dalam metode ilmiah antara lain :

1. Merumuskan masalah
Untuk menetapkan masalah dapat kita ajukan dalam bentuk pertanyaan maupun pernyataan. Dalam upaya mengembangkan sikap kritis,objektif dan bijaksana atau dalam istilah sains disebut “sikap ilmiah”. Kita dapat mulai menyelidiki hal-hal yang sifatnya sederhana kemudian ditingkatkan menjadi masalah yang lebih rumit.

2. Pengujian Hipotesa.
Setelah kita merumuskan masalah suatu penelitian, selanjutnya kita akan mengajukan sebuah hipotesa atau jawaban sementara dari masalah yang telah kita rumuskan. Untuk membuktikan kebenaran suatu hipotesa harus dilakukan pengujian melalui suatu langkah pengamatan yang di dukung oleh sarana prasarana yang memadai. Sehingga seluruh aspek yang mendukung suatu hipotesa akan dapat diuji.

3. Merencanakan Penelitian
Setelah berhasil menyusun rumusan masalah, menentukan variabel – variabel dan menyusun hipotesa, langkah selanjutnya yang harus dilakukan adalah menyusun rencana penelitian.
Hal-hal yang harus diperhatikan dalam penyusunan rencana penelitian antara lain:
a. menentukan metode penelitian
b. memperhitungkan waktu
c. mempersiapkan alat dan bahan yang diperlukan
d. Menyusun langkah kerja yang efektif, dan
e. Menentukan tekhnik pengumpulan data.


4. Mengumpulkan Data
Pengamatan / observasi wajib dilakukan untuk mendapatkan informasi secara langsung tentang objek penelitian. Pengmatan objek penelitian dapat dilakukan dengan menggunakan alat indera misalnya pengamatan warna, objek (penglihatan), aroma objek (penciuman), rasa objek (perasa), dan tekstur (peraba).
Data yang dikumpulkan dari pengamatan menggunakan alat indera dinamakan data kualitatif, sedangkan data yang terkumpul dari hasil pengukuran dengan menggunakan alat ukur disebut data kuantitatif.

5. Analisa Data
Analisa data dilakukan dengan menafsirkan hasil pengamatan, kemudian mengubahnya dalam bentuk grafik. Dari grafik yang dibuat diharapkan dapat digunakan sebagai dasar – dasar untuk menarik suatu kesimpulan.
6. Menarik Kesimpulan.
Membuat kesimpulan yang benar dibuat berdasarkan hasil penelitian. Kesimpulan dapat membuktikan kebenaran hipotesa yang diajukan.jika hipotesa sesuai dengan hasil penelitian artinya hipotesa tersebut diterima, sedangkan apabila hipotesa yang diajukan tidak sesuai dengan hasilpenelitian artinya hipotesa tersebut ditolak.

7. Membuktikan Hasil Penelitian
Setelah penelitian menghasilkan para ilmuan selalu menyusun laporan penelitian. Laporan penelitian dipublikasi melalui seminar atau melalui berbagai media masa (tv, radio, majalah, Koran). Haruskah penelitian dilaporkan seperti yang dilakukan para ilmuwan? Kita dapat membuat laporan penelitian dan mempublikasikan baik melalui forum seminar ilmiah (KIR), majalah, majalah dinding, ataupun di forum kelas.

D. Konsep – konsep Biologi Tentang Hidup
Pada dasarnya konsep konsep biologi tentang hidup meliputi dua komponen, yaitu Abiogenesis dan Biogenesis.
1. Abiogesis
Teori ini menyatakan bahwa organisme ataupun makhluk hidup itu asal mulanya dari telur. Kemudian telur akan menetas hingga muncullah organisme baru di muka bumi ini.

2. Biogesis
Asal kehidupan atau asal organisme hidup. Teori ini menjelaskan bahwa organisme hidup dapat berasal hanya dari organisme hidup yang sudah ada. Prinsip – prinsip bahwa perkembangan individual itu mengulangi perkembangan bangsanya.

E. Biologi untuk Kesejahteraan Hidup Manusia.
Perkembangan ilmu dan tekhnologi telah banyak membuka cakrawala baru bagi manusia dalam memecahkan permasalahan hidupnya. Permasalahan hidup dapat terjadi karena berbagai faktor, misalnya : keterbatasan sumber pangan, sandang,kesehatan dan pencemaran lingkungan. Melalui biotekhnologi,permasalahan yang timbul dimasyarakat satu demi satu dapat dipecahkan. Misalnya keterbatasan waktu dalam perkembangan suatu organisme penghasil bahan makanan dapat dipecahkan melalui tekhnik kultur jaringan. Pencemaran lingkungan akibat pembuangan limbah beracun telah dapat di netralisir oleh sejenis mikroorganisme, bahkan permasalahan kesulitan mendapat keturunan karena infertalitas kini dapat diatasi melalui tekhnologi bayi tabung.

Penggunaan Mikroorganisme dalam Biotekhnologi
a. Mikroorganisme sebagai penghasil dan pengubah bahan makanan:
- Penicillium requeforti (pembuat keju)
- Rhyzopus oligosporus (pembuat tempe)
- Lactobacillus bulgaricus (pembuat yoghurt)

b. Mikroorganisme sebagai penghasil obat – obatan :
- Staphyloccus griseus.
- Penicillium notatum & P. Chrysogenum.
- Cephalosporium

c. Mikroorganisme sebagai penghasil zat – zat organic
- Saccaromyces
- Mycoderma aceti

d. Mikroorganisme pentral bahan polusi
- Bakteri Enterobacter

e. Mikroorganisme pemisah logam

- Bakteri Kemoautotrop.
f. Mikroorganisme sebagai penghasil protein sel tunggal


- Mikroorganisme Fotosinetik.
- Methylophylus methylophylus