Saturday, 14 October 2017

Jenis – Jenis Manusia Purba Di Wilayah Asia, Afrika, Dan Eropa

Loading...
Jenis – Jenis Manusia Purba Di Wilayah Asia, Afrika, Dan Eropa - Sejumlah keberagaman dari Homo dikelompokkan menjadi kategori yang lebih luas yaitu Manusia Purba, berlawanan dengan manusia modern (Homo sapiens), pada periode dimulai dari 500.000 tahun lalu. Kategori-kategori tersebut biasanya mengikutkan Homo heidelbergensis, Homo rhodesiensis, Homo neanderthalensis, dan mungkin juga termasuk Homo antecessor. 

Manusia modern diteorikan berkembang dari manusia purba, yang berkembang dari Homo erectus. Jenis dari manusia purba dikelompokan di bawah nama binomial "Homo sapiens" karena ukuran otaknya sangat mirip dengan manusia modern. Manusia purba memiliki ukuran otak 1200 sampai 1400 kubik sentimeter, yang melebihi rentang pada manusia modern. Manusia purba dibedakan dari manusia modern anatomis dari tengkoraknya yang tebal, tonjolan bubung alis dan tidak menonjolnya dagu.

A. Manusia Purba Kawasan ASIA
Penemuan manusia purba diawali dengan kegiatan excavasi / penggalian di tempat- tempat yang iyakini terdapat fosil-fosil manusia purba. penggalian dilakukan dengan teknik arkeologi agar fosil tidak mengalami kerusakan. setelah digali, maka fosil akan dibersihkan dengan bahan-bahan kimia tertentu, agar unsur-unsurnya tdk mengalami kerusakan. Langkah selanjutnya adalah merekonstruksi / menyusun lagi fosil- fosil seprti pada saat ditemukan. Eugone Dubois menduga bahwa manusia purba pasti hidup di daerah tropis. Menurutnya, hal ini disebabkan perubahan iklim sepanjang sejarah tidak banyak dan di daerah tropis pula monyet serta kera masih banyak yang hidup Persebarannya di benua Asia Asia Barat Daya (timur tengah) , Asia Tengah, Asia Selatan,Asia tenggara.


Jenis – Jenis Manusia Purba Di Wilayah Asia, Afrika, Dan Eropa
Jenis – Jenis Manusia Purba Di Wilayah Asia, Afrika, Dan Eropa



1. Homo Erectus Pekinensis
Namanya Homo erectus pekinensis, atau manusia Peking (disebut juga dengan nama manusia Beijing atau Sinanthropus Pekinensis). Sinanthropus pekinensis adalah manusia purba yang fosilnya ditemukan di gua naga daerah Peking negara Cina oleh Davidson Black dan Franz Weidenreich. Sinanthropus pekinensis dianggap bagian dari kelompok pithecanthropus karena memiliki ciri tubuh atau badan yang mirip serta hidup di era zaman yang bersamaan. Sinanthropus pekinensis memiliki volume isi otak sekitar kurang lebih 900 sampai 1200 cm kubik

2. Homo Neanderthalensis
Neanderthalensis yang sudah ada di muka bumi sekitar 250.000 tahun yang lalu. Homo Neanderthalensis ini banyak mendiami daerah Eropa, Asia Barat, Asia tengah dan Afrika Utara. Kemampuan bertutur kata dari Homo Neanderthalensis diduga belum begitu berkembang. Volume otaknya bervariasi antara 1.000 sampai 2.000 Cc. Tinggi badan makhluk ini diperkirakan antara 130-210 Cm dengan berat- badan antara 30-150 Kg. ditemukan di gua Shanidar yang merupakan sebuah situs arkeologi di Gunung Bradost, Zagros Gunung di Arbil Governorate, Wilayah Kurdistan, Irak. Situs ini terletak di Lembah Besar Zab. Digali dari 1957-1961 oleh Ralph Solecki dan tim dari Universitas Columbia dan mendapatkan kerangka Neanderthal di Irak, yang berasal dari 60-80,000 Tahun.

3. Manusia Shanidar Fosil
Adapun manusia purba yag ditemukan di Indonesia sendiri. Yang terbagi dalam 3 jenis utama: 
  1. Meganthropus
  2. Pithecanthropus
  3. Homo
1. Ciri Meganthropus :
Hidup antara 2 s/d 1 juta tahun yang lalu, Badannya tegak, Hidup mengumpulkan makanan, Makanannya tumbuhan, Rahangnya kuat, Hidup antara 2 s/d 1 juta tahun yang lalu, Hidup berkelompok, Hidungnya lebar dengan tulang pipi yang kuat dan menonjol, Mengumpulkan makanan dan berburu, Makanannya daging dan tumbuhan.

2. Ciri Pithecantropus
Antara 25.000 s/d 40.000 tahun yang lalu, Muka dan hidung lebar, Dahi masih menonjol, Tarap kehidupannya lebih maju dibanding manusia sebelumnya

3. Ciri Homo
Berbadan tegak ,adanya otak kecil dan otak besar, tulang tengkorak kuat, dan muka tidak menonjol, otak kecilnya lebih besar dari pada pithecanthropus Erectus, tengkoraknya lebih besar dari pada pithecanthropus Erectus dengan volume berkisar 1000cc-1.300cc, berbadan tegap dan tinggi badan kurang lebih 180 cm, tonjolan kening agak terputus di tengah [di atas hidung], otak tengkorak menyusut, dan berdiri tegak sempurna.

B. Manusia Purba Wilayah AFRIKA
Manusia Purba Yang Terdapat Di Afrika Pada tahun 1924 Raymond Dart kelahiran Australia, guru besar anatomi Universitas Witwatersrand di Johannesburg, Afrika Selatan menemukan fosil pecahan tengkorak dan bagian belakang rahang bawah manusia yang digali dari sebuah pertambangan batu gamping di Taung, Tanjung Harapan (Bostwana). Setelah diteliti secara intensif, akhirnya Dart berhasil menyimpulkan bahwa fosil tersebut adalah kerangka seorang anak yang berusia sekitar 5 - 6 tahun. la menamakan makhluk kecil itu dengan nama Australopithecus Africanus atau kera Afrika Selatan. Selain Australopithecus Africanus di Afrika Selatan juga ditemukan Australopithecus Robustus. Jenis ini adalah hasil penyelidikan T.T. Robinson dan Robert Broom. Jenis ini satu marga dengan Australopithecus Africanus namun Australopithecus Robustus mempunyai badan lebih besar daripada Australopithecus Africanus.Selain di Afrika Selatan, penyelidikan manusia purba juga dilakukan di Afrika Timur. Seorang ahli bernama Louis Leakey mengadakan penyelidikan di Lembah Olduvia, Tanzania Utara 1931. Hasil temuannya dinamakan Australopithecus Boisei. Selain itu, Louis Leakey menemukan fosil lain yang disebut Homo Hobilis (Tukang). Jenis manusia purba lain juga ditemukan oleh Richard Leakey (anak Louis Leakey) di timur Danau Turnaka, Kenya Utara. Temuan Richard Leakey ini paling lengkap di antara temuan yang pernah didapat di mana saja. Temuan Richard tersebut berbeda dengan Australopithecus Boisei. La menggolongkan makhluk ini sejenis homo. Berikut adalah jenis dan ciri manusia purba yang terdapat di Afrika:

1. Australipithecus Africanus
Ditemukan oleh Raymond Dart di dekat sebuah pertambangan Taung, Tanjung Harapan (Bostwana),pada tahun 1924. Setelah direkonstruksi ternyata membentuk kerangka seorang anak yang berusia sekitar 5-6 tahun. Fosil ini di beri nama Australopithecus Africanus, karena hampir mirip dengan penduduk asli Australia. Selanjutnya, Robert Broom menemukan fosil serupa yang berupa tengkorak orang dewasa di tempat yang sama.

2. Ciri-Ciri Australipithecus Africanus yaitu:
  • Memiliki tinggi ± 1,5 m
  • Volume otak 450-600 cc
  • Memiliki tubuh yang ramping
  • Australopithecus jantan lebih besar dalam ukuran tubuh 20-40% lebih tinggi, 30-40% lebih berat dari perempuan.
  • Umur sekitar 3,0-2,3 juta tahun.
  • Makanan yaitu,buah, kacang, biji dan umbi akar
  •  Hidup di semak-semak di hutan kayu.
2. Homo Rudolfensis
Para peneliti menemukan fosil manusia purba baru di Koobi Fora Afrika Timur danau Rudolf di Kenya, yang diperkirakan berusia 2,4 juta tahun. Antropolog meyakini Homo Rudolfensis pernah tinggal jutaan tahun lalu di dekat Lake Turkana yang kini dikenal dengan Kenya. Pada 1972, peneliti menemukan tengkorak parsial di dekat Lake Turkana. Peneliti menemukan bahwa fosil ini menunjukkan bentuk wajah yang tidak biasa yaitu berbentuk datar dan panjang. Hal inilah yang membuat para ilmuwan mengkategorikannya sebagai spesies baru yang dinamakan Homo rudolfensis. Homo Rudolfensis memiliki ciri yaitu, Memiliki otak yang besar dan Bebadan tegap. 

3. Homo Ergaster
Ditemukan oleh Richard Leaky di Afrika timur dan selatan.Homo Ergaster dari bahasa Latin yang berarti "manusia yang pandai"adalah spesies hominin yang telah punah yang hidup di Afrika timur dan selatan antara 1.9 hingga 1.4 juta tahun yang lalu pada era Pleistosen dan pendinginan iklim global. Beberapa paleoantropologi menganggap Homo Ergaster bagian dari jenis Homo Erectus.

4. Australopithecus Robustus
Ditemukan oleh J.T Robinson dan Robert Broom di Afrika Selatan,yang memiliki badan tegap.Hidup antara 1,5 juta tahun yang lalu. Tubuhnya mirip dengan Australopithecus Africanus 

3 Ciri-ciri Australopithecus Robustus yaitu,
  • Gigi dan tulang rahang lebih kuat
  • Berjalan dengan dua kaki,dan tegak seperti manusia,
  • Badan lebih besar dan kekar,
  • wajahnya datar tidak memiliki kening,
  • memiliki tulang alis yang besar ,
  • Volume otak sekitar 525 cc
  • Umur sekitar 2,0-1,0 juta tahun,
  • Makan makanan yang keras, berpasir seperti kacang dan umbi akar, terkadang makan daging, · tinggal di hutan kayu. 
5. Homo Habilis
Ditemukan oleh Louis Leaky di lembah olduvia,Tanzania Utara dipantai timur Danau Turnaka, Kenya. Homo Habilis dari bahasa Latin yang berarti "manusia yang pandai menggunakan tangannya" adalah sebuah spesies dari genus Homo , yang hidup sekitar 2,5 juta sampai 1,8 juta tahun yang lalu pada masa awal. Homo habilis memiliki tubuh yang pendek dengan lengan yang lebih panjang dari manusia modern. Homo habilis diperkirakan telah mampu menggunakan peralatan primitif yang terbuat dari batu hal ini dibuktikan dengan ditemukannya peralatan- peralatan dari batu di sekitar fosil mereka. Ciri-ciri Homo Habilis yaitu, · Umur sekitar 2,3-1,2 juta tahun, · hidup di hutan kayu terbuka dan sungai, · memiliki rahang dangeraham yang besar, · tidak memiliki dagu, · tulang alis tebal · memiliki tengkorak yang panjang merendah 4.

6. Australopithecus Boisei
Australopithecus Boisei hidup antara 2,1-1,1 juta tahun yang lalu. Australopithecus Boisei cukup mirip dengan Australopithecus robustus, tetapi wajahnya lebih besar. Ciri-ciri Australopithecus Boisei yaitu, Memiliki geraham yang besar yaitu berukuran 0,9 inci. Volume otak sekitar 500 cc Muka lebar dan datar Bentuk kepala ada yang lonjong, bundar, dan sedang . Berhidung sedang dan memiliki mulut yang menonjol.

C. EROPA Manusia Purba Wilayah 
Di daratan Eropa ditemukan pula fosil dan artefak manusia purba. Pada tahun 1856 di sebuah gua di lembah Sungai Neander, Jerman, ditemukan fosil manusia purba secara lengkap. Jenis manusia purbanya disebut Homo Neandertalensis, artinya manusia kera dari Neander. Di dekat lokasi penemuan ditemukan pula alat-alat dari batu dan tulang. Selain itu, ditemukan bekas-bekas api. Hal ini menunjukkan bahwa mereka hidup di daerah dingin. Manusia purba Jerman ini telah menggunakan api dalam kehidupannya. 

Jenis manusia purba yang fosilnya ditemukan bersamaan dengan alat-alat kebudayaannya disebut Homo Sapiens, artinya manusia berkebudayaan. Di Perancis ditemukan fosil manusia purba yang diberi nama Cromagnonensis, Grimaldi, dan Chancelade. Di Inggris ditemukan fosil manusia purba yang diberi nama Piltdow. Di Palestina ditemukan fosil manusia purba yang diberi nama Homo Palestinensis, artinya manusia kera dari Palestina. 

Umumnya fosil-fosil yang ditemukan berupa kerangka manusia lengkap. Di dekat lokasi penemuan fosil-fosil tersebut ditemukan pula alat-alat dari batu dan tulang. Alat-alat dari batu dan tulang ini merupakan hasil kebudayaannya. Alat-alat tersebut dipergunakan manusia purba ketika masih hidupnya. Hal ini menunjukkan bahwa manusia purbanya telah berkebudayaan.

Berdasarkan fosil-fosil yang ditemukan para ahli menggolongkan manusia di dunia ke dalam 4 ras, sebagai berikut:
  1. Ras Australoid, yaitu golongan manusia yang kini sisanya hidup tersebar di pedalaman Australia.
  2.  Ras Mongoloid, yaitu golongan manusia yang jumlahnya paling banyak dan hidup tersebar di seluruh dunia. 
  3. Ras Kaukasoid, yaitu golongan manusia yang kini hidup tersebar di Eropa, Afrika, Amerika, Australia, dan Asia Barat Daya. 
  4. Ras Negroid, yaitu golongan manusia yang sekarang hidup tersebar di Afrika.

0 komentar