Saturday, 14 October 2017

Manusia Purba Pithecanthropus Erectus

Loading...
Manusia Purba Pithecanthropus Erectus – Untuk pertama kalinya tahun 1890 Eugene Dubois telah menemukan fosil jenis Pithecanthropus di desa Trinil dan diberi nama Pithecanthropus Erectus. Desa Trinil termasuk dalam wilayah Ngawi, Jawa Timur di dekat Lembah Sungai Bengawan Solo. Arti nama Pithecanthropus Erectus adalah berasal dari bahasa latin yang berarti manusia kera yang berjalan tegak. Temuan fosil tulang paha (femur) menunjukkan bahwa pemiliknya sudah dapat berjalan tegak, sesuai dengan nama latinnya. Eugène Dubois, berhasil menemukan di antaranya, tulang femur, tengkorak, dan beberapa gigi.

Pithecanthropus Erectus

Ciri – Ciri Manusia Purba Pithecanthropus Erectus adalah sebagai berikut ini:
  • Mempunyai badan tegap dengan alat pengunyah yang kuat.
  • tinggi badan sekitar 165 – 170 cm dengan berat badan kurang lebih 100 kg.
  • berjalan tegak.
  • makanannya masih kasar dengan sedikit pengolahan.
  • hidup pada 1 – 0,5 juta tahun yang lalu.

Manusia Purba Pithecanthropus Erectus
Manusia Purba Pithecanthropus Erectus 

Pithecanthropus Erectus merupakan makhluk yang kedudukannya di antara manusia dan kera, tetapi sudah dapat berjalan tegak. Dalam kehidupan sehari -hari Pithecanthropus Erectus sudah dapat membuat alat sederhana dari bebatuan, seperti kapak perimbas (chopper), kapak penetak (chopping tool), atau alat penyerpih (flake). Kehidupan Pithecanthropus Erectus sangat tergantung pada sumber alam yang tersedia. Mereka juga berburu dan mengumpulkan makanan dan juga hidupnya berpindah-pindah untuk mengikuti pengembaran hewan-hewan buruan, atau untuk mencari sumber makanan di tempat lain. Mereka tampaknya juga sudah mulai mengembangkan tata masyarakat yang sederhana. Kaum lelaki bekerja sama memburu hewan, dan para wanita mengumpulkan tumbuhan atau buah-buahan. manusia purba meganthropus paleojavanicus dimana Manusia Purba Meganthropus Paleojavanicus yang satu ini adalah salah satu manusia purba yang tertua diindonesia. Nah untuk mengetahui informasi terbaru lebih lengkapnya anda bisa langsung simak tentang manusia purba meganthropus paleojavanicus yang telah tersedia berikut ini.

Manusia Purba Meganthropus Paleojavanicus
Berbagai jenis fosil manusia purba telah ditemukan di Indonesia. Antara lain di Jawa, Sumatra Utara, Aceh, Flores, Sulawesi Selatan Bahkan di Kalimantan Selatan. Namun penemuan fosil manusia banyak terdapat di Pulau Jawa, terutama di sekitar aliran Sungai Bengawan Solo. Jenis-jenis manusia purba yang ditemukan di Indonesia Antara lain Pithecanthropus Erectus, Homo, dan yang akan saya bahas kali ini, yaitu Meganthropus Paleojavanicus.

Meganthropus Paleojavanicus adalah manusia purba yang tertua di Indonesia. Meganthropus Paleojavanicus berasal dari kata-kata berikut ini:
  1. Mega yang artinya adalah "besar".
  2. Anthropus yang artinya adalah "manusia".
  3. Paleo yang artinya adalah "paling tua/tertua".
  4.  Javanicus yang artinya adalah "Jawa".
Jadi Meganthropus Paleojavanicus artinya adalah "manusia bertubuh besar yang paling tua dari Pulau Jawa". Meganthropus Paleojavanicus diperkirakan hidup pada dua juta tahun yang lalu.

Ciri-ciri Meganthropus Paleojavanicus adalah sebagai berikut:
  1. Memiliki tulang rahang yang kuat
  2. Tidak memiliki dagu
  3. Menunjukkan ciri-ciri manusia tetapi lebih mendekati kera.
  4. Berbadan besar dan tegap
Fosil Meganthropus Paleojavanicus ditemukan oleh Von Koenigswald pada tahun 1936 di daerah Sangiran, Sragen, Jawa Tengah. Oleh karena temuan-temuan dari fosil Meganthropus ini masih sangat sedikit, maka sukar menempatkan dengan pasti kedudukannya dalam evolusi manusia dan hubungannya dengan Pithecanthropus.

Manusia Purba Homo Soloensis – Fatih iO. Ngandong, Blora, di Sangiran dan Sambung Macan, Sragen adalah tempat ditemukannya Fosil Homo soloensis. Penemu Manusia Purba Homo Soloensis adalah Ter Haar, Oppenoorth, dan Von Koenigswald pada tahun 1931—1933 dari lapisan Pleistosen Atas. Homo Soloensis diperkirakan hidup sekitar 900.000 sampai 300.000 tahun yang lalu. Volume otaknya mencapai 1300 cc.

Manusia Purba Homo Soloensis
Menurut Von Koenigswald makhluk ini lebih tinggi tingkatannya dibandingkan dengan Pithecanthropus Erectus. Diperkirakan makhluk ini merupakan evolusi dan Pithecanthropus Mojokertensis. Oleh sebagian ahli, Homo Soloensis digolongkan dengan Homo Neanderthalensis yang merupakan manusia purba jenis Homo Sapiens dari Asia, Eropa, dan Afrika berasal dari lapisan Pleistosen Atas.
  • Volume otaknya antara 1000 – 1200 cc
  • Tinggi badan antara 130 – 210 cm
  • Otot tengkuk mengalami penyusutan
  • Muka tidak menonjol ke depan
  • Berdiri tegak dan berjalan lebih sempurna

0 komentar